Daerah  

Petani Jagung di Dua Kecamatan Butuh Perhatian Pemkab Barito Utara

Foto : Petani jagung Barito Utara
Bagikan

Mediatipikor.com, Barito Utara – Para petani jagung di Kecamatan Teweh Timur dan Kecamatan Gunung Timang merasa resah karena langkanya bibit jagung serta harga pupuk yang tinggi di wilayah tersebut.

“Bibit jagung sangat susah dicari, pupuk juga sangat mahal,” ujar Tohir warga Desa Mampuak II kepada awak media, Kamis (02/03/2023), di Kecamatan Teweh Timur.

Dijelaskan Tohir, sebelum menjadi petani jagung, mereka adalah petani karet, karena harga karet begitu drastis anjlok sementara harga jagung serta pupuk sangat stabil kala itu, merekapun memutuskan untuk mengganti tanaman karet dilahan menjadi tanaman jagung.

“Kami hanya mengandalkan hasil bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Hal senada diungkapkan, Wendi anggota Kelompok Tani Desa Tongka, Kecamatan Gunung Timang. Kendala bibit jagung yang langka dan mahalnya harga pupuk di daerah mereka menyebabkan semangat para petani jagung menjadi turun.

“Bibit jagung langka, harga pupuk mahal, tidak seimbang dengan harga jual jagung,” beber Wendi.

Lebih lanjut dijelaskan Wendi, para Petani Jagung di Desa Tongka, Desa Batu Raya I dan Desa Batu Raya II, merasakan keresahan yang sama akibat kondisi tersebut sejak Tahun 2021 hingga 2023.

“Untuk permasalahan ini sudah kami rasakan dari tahun 2021, 2022 sampai 2023 hari ini,” katanya.

Terpisah, hal ini turut dibenarkan, Eko, pemilik kilang jagung di Desa Sei Liju.

“Petani jagung mengeluh dengan permasalahan yang sama, bibit sangat langka, pupuk mahal, harga jual rendah,” terang Eko.

Menurut kalkulasinya saat ini, biaya bibit, biaya pupuk dan obat, biaya produksi, upah panen serta transport, tidak sebanding dengan harga jual yang menyebabkan para petani bukan untung justru merugi.

“Kami berharap pihak pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui pihak dinas terkait dapat memberikan perhatian dan solusi atas keresahan kami para petani jagung,” katanya.

Disampaikan Eko, bantuan pemerintah berupa bibit jagung seberat 1 Kg per petani dirasakan belum dapat membantu para petani jagung keluar dari dilema keresahan.

“Dari pemerintah ada bantuan bibit jagung, tapi hanya satu kilo gram saja pak. Sedang luas lahan yang ditanam kisaran tiga hektar bahkan bisa mencapai empat hektar. Selain itu harga pupuk Kaltim perkarung berat 50 Kg sudah mencapai Rp.800.000 hingga Rp.900.000,” pungkas Eko.(Ramli)