Daerah  

PT BEK Gelar Konsultasi Publik Terkait Program Mine Closure

Foto : PT. Bharinto Ekatama (BEK) menggelar konsultasi publik terkait program mine closure (Penutupan Lahan Bekas Tambang-Red), Rabu (15/3/2023).
Bagikan

Mediatipikor.com, Barito Utara – PT. Bharinto Ekatama (BEK) menggelar konsultasi publik terkait program mine closure (Penutupan Lahan Bekas Tambang-Red), Rabu (15/3/2023), di Aula Setda Kabupaten Barito Utara, Muara Teweh.

Program mine closure yang akan diberlakukan oleh PT BEK sebagai pemegang konsesi perjanjian karya pengusahan pertambangan batubara (PKP2B) di Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah, dan Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur.

Konsultasi Publik program mine closure PT BEK ini dipimpin Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Setdakab Barito Utara, Gazali Montalatua, didampingi Asisten III Bidang Administrasi Umum, Yaser Arafat, dan Kabag Pembangunan Setdakab Barito Utara, Hery Jon Setiawan. Turut hadir Camat Teweh Timur, Waler, dan Kepala Desa Benangin I, Sabarson, serta pihak PT BEK, dan pihak PT Indo Tambangraya Megah.

Dalam paparannya, Kepala Teknik Tambang PT BEK, Prayonon Suryadi, menyampaikan bahwa perusahan telah mendapat izin konsesi tambang batubara sejak Tahun 2020 untuk aktivitas penambangan di Dua Kabupaten wilayah Provinsi Kaltim dan Kalteng.

“Luas area konsesi PT BEK sebanyak 17.311 hektare. Izin untuk kegiatan eksploirasi hingga eksploitasi sudah didapat sejak 2012 lalu. Dari luasan area konsesi, sebagian besar berada di wilayah Kabupaten Kutai Barat, Kaltim. Sisanya, hanya ada beberapa lahan masuk Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, Kalteng,” beber Prayonon.

Untuk kegiatan pasca tambang nantinya direalisasikan program mine closure, Prayonon mengatakan dilanjutkjan dengan pemberdayaan masyarakat di sekitar tambang, khususnya Kecamatan Teweh Timur yang masuk area ring I tambang PT BEK.

Hal senada dikatakan Community Development (CD) Planner PT Indo Tambangraya Megah Tbk, Firda Diartika, yang membeberkan rencana kerja pasca tambang PT BEK dengan diintegrasikan lewat program pengembangan masyarakat di Kabupaten Barito Utara.

Untuk diketahui, PT Indo Tambangaraya Megah Tbk merupakan anak perusahaan Salim Group asal Indonesia dan Thailand sebagai pemegang saham PT BEK sebanyak 99 persen. Sisanya, 1 persen saham PT BEK dikuasai oleh PT Kitadin Indonesia.

“Jadi, perusahaan dalam menyusun rencana kerja pasca tambang melihat dulu program daerah sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Kabupaten Barito Utara. Kami akan melaksanakan program yang telah terintegrasi perencanaan dengan program pembangunan daerah dari pemerintah daerah,” kata Firda.

Dia mencontohkan saat ini pihaknya sudah melaksanakan program yang terkonsep berbasis wilayah. Seperti Desa Benangin, Teweh Timur akan disiapkan untuk pembangunan sentra agropolitan, selain pertanian dengan menggandeng pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Pembangunan desa ini juga disesuaikan dengan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) Provinsi Kalteng serta RTRW Barito Utara yang ada. Begitupula, untuk wilayah risiko bencana alam rendah di Teweh Timur, karena didominasi kontur alam dataran rendah dan sungai,” papar Firda.

Usai paparan dari PT BEK dan PT Indo Tambangaraya Megah Tbk dilanjutkan dengan tanya jawab menyangkut rencana kegiatan pasca tambang yang akan diberlakukan PT BEM di wilayah operasi tambang di Desa Benangin I, Benangin III dan Benangin V, Kecamatan Teweh Timur, Barito Utara.(Ramli)