Fokus  

OTT Bupati Kepulauan Meranti, KPK : Terkait 3 Klaster Dugaan Kasus Korupsi

Foto Istimewa
Bagikan

Mediatipikor.com, Jakarta – Pasca melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 3 klaster perkara dugaan tindak pidana korupsi kepada Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil.

“KPK melakukan kegiatan tangkap tangan di Kabupaten Kepulauan Meranti terkait dugaan korupsi pemotongan anggaran, kemudian penerimaan fee dari jasa travel umroh, dan pemberian suap pengkondisian pemeriksaan keuangan tahun 2022,” kata Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri kepada awak media saat melakukan konferensi pers, Jum’at (7/4/2023) malam, di Gedung Merah Putih, Jakarta.

Ali menuturkan, setelah melalui permintaan keterangan terhadap sejumlah pihak yang diamankan, kemudian dilakukan gelar perkara di internal KPK sebelum 1 x 24 jam, maka disimpulkan ada peristiwa pidana.

“Disimpulkan ada peristiwa pidana, kemudian orang yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum, yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka, serta juga dilakukan secara paksa upaya penahanan,” jelasnya.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, menyampaikan dalam operasi tangkap tangan tersebut sejumlah 28 orang berhasil diamankan dari beberapa lokasi berbeda, yakni di Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Siak, Kota Pekan Baru, dan di Jakarta.

“Pertama MA Bupati Kepulauan Meranti, BS Sekda Kepulauan Meranti, FN Kepala BPKAD Pemkab Kepulauan Meranti merangkap sebagai Kacab PT Travel TN, ES Plt Kepala BPBD Pemkab Kepulauan Meranti, MFA pemeriksa muda BPK perwakilan Riau, RSF swasta pemilik travel TM,” beber Alex membacakan hasil kronologis peristiwa.

Dari total 28 orang yang berhasil diamankan oleh KPK, kata Alex, selebihnya adalah saksi, sehingga tidak perlu disebutkan lagi satu persatu.

“Adapun uang yang diamankan sebagai bukti permulaan adalah senilai 1,7 miliar rupiah,” jelas Alex.

KPK menetapkan Bupati Meranti, Muhammad Adil, sebagai tersangka dugaan korupsi pemotongan anggaran, gratifikasi jasa travel umrah, dan suap pemeriksa keuangan.

“Pada kesempatan ini KPK telah menetapkan tiga orang tersangka yaitu pertama MA Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti periode 2021-2024, kemudian FN Kepala BKAD Pemkab Kepulauan Meranti sekaligus kepala cabang PT TN, kemudian MFA auditor BPK Perwakilan Riau,” pungkas Alex.(Soekirman Leo)