DaerahFokus

Aceh Besar Jangan Dikorbankan oleh Ego Politik, Usman Lamreung: Kritik Bukan Ancaman bagi Kekuasaan

9
×

Aceh Besar Jangan Dikorbankan oleh Ego Politik, Usman Lamreung: Kritik Bukan Ancaman bagi Kekuasaan

Sebarkan artikel ini

MEDIATIPIKOR.COM — Kekuasaan yang sehat semestinya tidak alergi terhadap kritik. Kritik merupakan bagian dari kontrol publik untuk memastikan pemerintahan tetap berjalan sesuai kepentingan masyarakat dan tidak keluar dari jalur tata kelola pemerintahan yang baik.

Pengamat Ilmu Sosial dan Politik, Usman Lamreung, mengatakan kritik terhadap pemerintah seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman terhadap kekuasaan.

Menurutnya, pemerintah perlu melihat substansi kritik dan mengujinya berdasarkan data, bukan semata-mata melihat siapa yang menyampaikan kritik.

“Dalam demokrasi, kritik merupakan bagian dari mekanisme pengawasan publik. Pemerintah memiliki kewenangan dan anggaran, sementara masyarakat merasakan langsung dampak dari setiap kebijakan. Karena itu, kritik semestinya menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kebijakan, bukan dianggap sebagai ancaman terhadap kewibawaan pemerintah,” kata Usman.

Menurutnya, hal tersebut relevan dengan kondisi pemerintahan di Aceh Besar. Berbagai persoalan seperti infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, APBK, pendapatan daerah, birokrasi hingga lingkungan merupakan isu publik yang wajar mendapatkan perhatian dan diperdebatkan.

“Pemerintah tidak harus menerima semua kritik sebagai sebuah kebenaran. Tetapi setiap kritik perlu dijawab dan diuji dengan data. Kalau ada yang mempertanyakan pendapatan daerah, pembangunan yang dinilai lamban, maupun kebijakan terkait jabatan pelaksana tugas, maka jawaban yang paling kuat adalah membuka data,” ujarnya.

Usman mengatakan pemerintah dapat menjelaskan target dan realisasi, kendala yang dihadapi, dasar hukum kebijakan serta langkah koreksi yang dilakukan. Menurutnya, keterbukaan tersebut jauh lebih konstruktif dibandingkan merespons kritik secara defensif.

Ia juga menilai pentingnya membangun komunikasi internal di lingkungan birokrasi. Aparatur, kata Usman, memiliki pengalaman dan pengetahuan teknis yang dapat menjadi bahan penting bagi pimpinan dalam mengambil keputusan.

“Mendengar masukan dari bawahan bukan berarti kepemimpinan menjadi lemah. Justru kemampuan seorang pemimpin menerima informasi yang berbeda menunjukkan kematangan dalam mengambil keputusan,” katanya.