MEDIATIPIKOR.COM — Aktivitas yang diduga merupakan penambangan emas tanpa izin di kawasan hulu Krueng Aceh, tepatnya di pegunungan perbatasan Kabupaten Aceh Besar dan Pidie, kembali menjadi sorotan. Puluhan alat berat jenis excavator atau beko disebut mulai masuk ke kawasan tersebut dalam sebulan terakhir.
Informasi mengenai keberadaan alat berat itu diterima Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA). Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah excavator disebut masuk melalui beberapa jalur, di antaranya kawasan Neubok Badeuk, Kabupaten Pidie, serta Gampong Jalin dan Gampong Bueng, Kecamatan Jantho, Aceh Besar.
Belasan unit beko disebut masuk melalui Gampong Bueng, sementara belasan unit lainnya diduga masuk melalui Gampong Jalin. Alat berat tersebut disebut memanfaatkan jalur perkebunan masyarakat untuk menuju kawasan hulu.
Selain keberadaan alat berat, beredar pula informasi di tengah masyarakat mengenai dugaan terbentuknya kepanitiaan di tingkat lokal yang berkaitan dengan pengaturan aktivitas di kawasan tersebut. Namun, informasi tersebut masih perlu diverifikasi melalui pengecekan dan penyelidikan aparat berwenang.
Kepala Bidang Humas SAPA, Agusliza, meminta aparat segera melakukan pengecekan langsung guna memastikan aktivitas yang berlangsung di kawasan hulu Krueng Aceh tersebut.
“Kalau benar puluhan alat berat sudah masuk ke kawasan hulu, Polda Aceh harus turun langsung mengecek. Jangan sampai menunggu kerusakan lingkungan semakin parah,” kata Agusliza, Jumat (25/9/2026).
Menurut Agusliza, keberadaan aktivitas tersebut perlu mendapat perhatian serius karena kawasan hulu Krueng Aceh memiliki fungsi penting bagi masyarakat, terutama sebagai salah satu kawasan sumber air dan penyangga lingkungan.
Ia mengatakan, masyarakat juga mulai mengkhawatirkan kondisi aliran sungai yang dilaporkan semakin keruh. Kondisi tersebut disebut berdampak pada kenyamanan warga yang selama ini memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk mandi dan mencuci.



