“Pendidikan tetap harus jalan, tapi keselamatan anak nomor satu. Kalau kondisi tidak memungkinkan, belajar bisa dari rumah secara daring. Yang penting anak-anak kita sehat,” tegasnya.
Sebelumnya, DPRD HSU juga sudah mengusulkan penerapan BDR melalui interupsi rapat paripurna. Pemkab HSU saat itu menyatakan akan mengoordinasikan lebih lanjut.
Setelah melihat Barito Utara sudah menerapkan BDR, Junaidi mendorong Dinas Pendidikan HSU segera mengambil kebijakan serupa secara kondisional. “Kalau asap membaik, pembelajaran tatap muka bisa diberlakukan lagi,” katanya.
Ia menambahkan, kabut asap di HSU tidak hanya kiriman. Ada sekitar 258 titik panas di wilayah HSU akibat lahan terbakar. Karena itu antisipasi harus disiapkan sejak dini.
“Musim kemarau panjang ini kejadian berulang setiap tahun. Kalau kualitas udara sudah membahayakan, berlakukan BDR. Belajar tetap bisa, tapi kesehatan anak jangan dikorbankan,” pungkas Junaidi.
