Aksi mogok nasional ini mengganggu transportasi umum, penerbangan, serta layanan sekolah dan penitipan anak. Serikat buruh menolak kebijakan penghematan yang dinilai membebani pekerja, pensiunan, dan keluarga berpenghasilan rendah, termasuk kenaikan biaya kuliah hingga 43% dan pemotongan tunjangan sosial.
Menurut laporan Radio Sputnik, sebagian besar demonstrasi berlangsung damai. Namun, sejumlah kelompok terlibat kerusuhan.
Polisi dilaporkan melakukan sekitar 80 penahanan administratif dan 30 penahanan terkait perkara pidana. Sejumlah tersangka disebut kedapatan membawa bom molotov, bensin, kembang api, dan senjata tajam.
