Menurut HRD, tugas sopir ambulance berbeda dengan driver lainnya, karena pengemudi ambulance bertanggung jawab mengangkut orang yang terluka atau sakit.
“Keadaan juga menentukan tugas mereka, dan intinya harus gesit. Selain memenuhi persyaratan lisensi dan sertifikasi tertentu, sopir ambulance harus cukup fit untuk mengangkat pasien dengan brankar masuk dan keluar dari ambulans. Mereka harus punya kemampuan komunikasi solid, keterampilan interpersonal dan pemecahan masalah,” beber HRD.
Ada spesifikasi khusus dari seorang drivermasalance, imbuh HRD, Kemampuan mereka tidak terbatas pada membawa mobil dengan cepat dan aman, namun driver juga harus bisa berhadapan dengan keadaan darurat secara sigap.
“Pengemudi ambulance harus memiliki keterampilan dan kualifikasi di atas rata-rata driver kendaraan darat seperti umumnya. Menjadi driver darurat, pengemudi harus memiliki pengetahuan tentang aturan dan undang-undang mengemudi selain skill tinggi,” pungkas HRD.(Abdullah)


















