Anggaran tersebut meliputi pekerjaan fisik, perencanaan, serta manajemen konstruksi. Proyek ini menggunakan skema design and build, sehingga proses penyempurnaan desain dilakukan bersamaan dengan pembangunan fisik.
“Manajemen konstruksi sudah tayang di LPSE. Untuk fisiknya masih dalam tahap persiapan tender design and build,” jelas Ryan.
Berdasarkan laman LPSE, paket tersebut tercatat dengan nama Pembangunan Stadion Bertaraf Internasional Tahap I (Manajemen Konstruksi), dengan pagu anggaran Rp15 miliar. Sementara Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang disusun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sebesar Rp14.988.457.900, dan diikuti oleh 18 peserta tender.
Pemprov Kalsel menargetkan progres signifikan dapat terlihat pada periode 2026–2027, dengan penyelesaian penuh stadion pada akhir 2028.
Selain difungsikan sebagai fasilitas olahraga berstandar internasional, stadion ini juga dirancang sebagai ruang publik representatif untuk kegiatan sosial, budaya, hingga agenda berskala besar. Keberadaannya diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta menjadi ikon baru bagi Kota Banjarbaru.
Proyek stadion internasional tersebut masuk dalam daftar proyek strategis bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kalsel, bersamaan dengan pembangunan rumah jabatan gubernur.
(Fahriadi)


















