Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Barito Utara melakukan validasi terkait kebenaran deposito Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Teweh di Bank BSI pada periode 2023-2024.
“Yang belum dapat informasi yang valid, izin konfirmasi jumlah besarannya yang didepositokan berapa? dan di Bank mana?” ujar Anggota DPRD Fraksi PPP, Gun Sriwitanto, S.H, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) peningkatan pelayanan kesehatan digelar.
Direktur RSUD Muara Teweh, dr. Tiur Maida, menjelaskan detail dana deposito BLUD RSUD Muara Teweh pada periode 2023-2024 di Bank BSI.
“Seingat saya dana nya 23 Miliar dari tahun 2023-2024 di bank BSI karena pendapatan waktu itu banyak, tetapi dari pemerintah di patok angka tertentu maka kelebihan uang di deposit kan,” ujar Tiur, Jumat (29/5/2026).
Tiur juga menyebut dari penempatan dana deposito tersebut, RSUD menerima fasilitas berupa 2 unit mobil dan beberapa unit motor dari Bank BSI.
“Bunga tidak di ambil,” tegas Tiur.
Terkait sorotan H. Tajeri soal belum adanya dokter spesialis saraf, Tiur menjelaskan alasannya.
“Kalau dokter saraf yang dari Pak Tajeri tadi dikatakan bahwa dokternya ikut suaminya ke Sumatra, pengganti tidak ada yang mau karena mereka dapat gaji di bawah 30 juta setelah di potong pajak,” jelas Ibu Tiur.
Pernyataan ini menjawab poin 7 notulen RDP 25 Mei 2026 saat H. Tajer menyoroti berbagai persoalan pelayanan yang kompleks di Barito Utara.
“Kenapa dana didepositokan, keperluan RSUD berkaitan peralatan medis masih banyak yang perlu dibenahi, ada beberapa dokter spesialis yang perlu kita datangkan dan kontrak kerja, diantaranya dokter spesialis saraf belum ada, masih banyak yang perlu dibenahi,” tegas Tajeri.
Sementara itu, Direktur RSUD dr. Hj. Wahidah Asurawati belum berhasil dimintai keterangan resminya terkait hal tersebut.
“Bertemu langsung di RS pada Selasa siang, 24 Juni 2026,” katanya saat dikoonfirmasi via telekomunikasi.

















