Murung Raya, Mediatipikor.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) Nusantara Jaya Kabupaten Murung Raya secara resmi menggelar perhelatan akbar Gebyar Musik Islami (GMI) Tingkat Kabupaten Murung Raya Tahun 2026. Ajang kompetisi seni religi tersebut dipusatkan di Aula Dewan Adat Dayak (DAD) pada Selasa (8/9/2026).
Kegiatan yang bergulir sejak pukul 08.00 WIB ini dihadiri langsung oleh Bupati Murung Raya Heriyus, S.E., jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, para tamu undangan, serta ratusan pegiat seni musik Islami dari berbagai penjuru daerah.
Mewakili Ketua DPD LASQI Nusantara Jaya Kabupaten Murung Raya Rahmanto Muhidin, Wakil Ketua Bidang Pembinaan Seni dan Budaya DPD LASQI-NJ Murung Raya, Dina Maulidah, menyampaikan apresiasi mendalam atas animo kepesertaan yang melampaui target awal panitia. Ia menilai tingginya partisipasi ini menjadi bukti nyata bahwa kesenian bernuansa Islami masih sangat digemari dan memiliki tempat istimewa di hati generasi muda.
Dina menegaskan bahwa panggung GMI 2026 diarahkan menjadi wahana positif bagi para seniman, musisi muda, dan pegiat seni religi di Bumi Tana Malai Tolung Lingu untuk mengaktualisasikan bakat, memperkuat kreasi estetika, serta memacu capaian prestasi.
“Kegiatan ini ingin memberikan ruang bagi para seniman, musisi muda, dan pegiat seni Islami di Kabupaten Murung Raya untuk dapat mengekspresikan kreativitas mereka secara positif,” tutur Dina dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Dina menekankan pentingnya melahirkan inovasi seni yang adaptif dan dinamis tanpa mencederai keluhuran nilai-nilai religiusitas sebagai ruh utamanya. Ia turut berharap kemitraan strategis antara LASQI-NJ dan Pemerintah Kabupaten Murung Raya dapat terus terjalin erat, utamanya dalam mengawal pembinaan bibit-bibit unggul secara terstruktur dan berkesinambungan.
Pembinaan terpadu dinilai mutlak dilakukan agar talenta lokal mampu bersaing secara tangguh di kancah regional maupun nasional. Mengingat catatan prestasi daerah yang membanggakan, Murung Raya tercatat pernah menyabet gelar Juara Umum pada ajang serupa tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2024 dengan raihan enam medali emas, serta menempati posisi lima besar pada perhelatan tahun 2025.
Dina menaruh harapan besar agar torehan prestasi tersebut dapat direbut kembali pada gelaran Festival Seni Qasidah (FSQ) tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Kapuas tahun ini.
Di tengah derasnya arus globalisasi dan dominasi musik modern, Dina memandang pembinaan seni qasidah dan musik religi menjadi benteng moral penting dalam pembentukan karakter anak bangsa.
“Ketika anak-anak muda mencintai musik religi, tentunya ini juga diharapkan memberikan dampak positif dalam membentuk karakter serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan,” imbuhnya.
Kepada seluruh kontestan, ia berpesan agar tidak memandang ajang ini sekadar perebutan mahkota juara belaka, melainkan sebagai proses pendewasaan mental bertanding dan pematangan keterampilan olah vokal maupun musikalitas.
“Menang itu suatu bonus. Kalau kalah, itu merupakan kesuksesan yang tertunda. Jangan pernah menyerah dan jangan merasa putus asa,” pesannya memotivasi para peserta.
Dina menambahkan, proses seleksi delegasi menuju pentas provinsi nantinya tidak sebatas ditentukan oleh status juara lomba di atas panggung, melainkan melalui pemantauan intensif, evaluasi teknis, serta pembinaan mendalam guna menjaring duta seni yang benar-benar matang.
Guna memantapkan akselerasi program ke depan, LASQI-NJ Murung Raya juga terus memperlebar sayap organisasi hingga ke tingkat kecamatan di seluruh wilayah Murung Raya, sehingga denyut syiar seni budaya Islami semakin merata dan berakar kuat di tengah masyarakat.
(Fahriadi)