BeritaDaerah

Tutup Gebyar Musik Islami, Wabup Mura Harap Ajang Ini Terus Berkelanjutan

39
×

Tutup Gebyar Musik Islami, Wabup Mura Harap Ajang Ini Terus Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

Murung Raya, Mediatipikor.com – Perhelatan Gebyar Musik Islami yang dipusatkan di Gedung Dewan Adat Dayak (DAD), Puruk Cahu, secara resmi ditutup pada Kamis (10/9/2026) malam. Momen penutupan tersebut berlangsung istimewa karena dirangkaikan langsung dengan prosesi pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) Lasqi Nusantara Jaya dari lima kecamatan se-Kabupaten Murung Raya.

Acara penutupan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Murung Raya sekaligus Ketua DPD Lasqi Nusantara Jaya setempat, Rahmanto Muhidin. Dalam arahannya mewakili Bupati Murung Raya, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung kelangsungan agenda pembinaan seni religi ini agar terselenggara secara konsisten ke depan.

“Kami berharap kegiatan seperti ini tetap ada di tahun-tahun mendatang. Bahkan saya mengusulkan, ke depannya penyelenggaraan dilakukan di ruang terbuka, agar seluruh lapisan masyarakat bisa hadir dan menyaksikan langsung kemeriahannya,” ujar Rahmanto.

Rahmanto merujuk pada kesuksesan agenda serupa pada periode 2018 hingga 2020 yang diselenggarakan di area terbuka publik. Menurutnya, konsep panggung terbuka memberi akses seluas-luasnya bagi khalayak ramai, sehingga syiar dakwah melalui kesenian Islam dapat menjangkau beragam lapisan masyarakat secara optimal.

Di samping itu, ia menyoroti urgensi pemanfaatan teknologi digital dan jejaring media sosial saat ini. Pengurus serta para penggiat seni religi diajak untuk memaksimalkan kanal seperti TikTok, Instagram, hingga Facebook demi menebarkan konten yang mendidik dan inspiratif.

“Kita sedang berada di era persaingan teknologi dan informasi. Semakin banyak ruang yang kita isi dengan dialog akidah, kebaikan, dan kekayaan budaya kita, semakin kuat pula fondasi bagi anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang berkarakter,” tegasnya.

Lebih dari sekadar ajang perlombaan, kompetisi ini difungsikan sebagai wadah penjaringan talenta terbaik daerah untuk dipersiapkan menuju gelanggang yang lebih bergengsi.

“Pemenang yang terpilih akan kami bimbing untuk mewakili kabupaten ini di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Ajang tersebut rencananya akan berlangsung di Kabupaten Kapuas, dan dari sana jalan terbuka untuk melaju ke tingkat nasional,” jelas Rahmanto.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana, Wahyudi, memaparkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan sukses dan mencatat lonjakan partisipasi di luar perkiraan panitia. Tahapan acara yang dimulai dari babak audisi pada 7–8 September hingga putaran lomba pada 9–10 September disambut animo luar biasa.

“Tercatat ada 119 peserta yang berpartisipasi. Angka ini sangat luar biasa, karena awalnya kami hanya menargetkan sekitar 50 hingga 60 orang saja,” ungkap Wahyudi.

Para kontestan datang dari berbagai penjuru wilayah, di antaranya Kecamatan Permata Intan, Laung Tuhup, Murung, hingga Tanah Siang Selatan. Partisipasi lintas daerah ini membuktikan bahwa pembinaan bakat seni musik bernuansa religi telah tersebar merata di Bumi Tana Malai Tolung Lingu.

Malam puncak penutupan turut diisi dengan pengumuman pemenang di setiap kategori serta penyerahan trofi, piagam penghargaan, dan dana pembinaan. Wahyudi menambahkan, para jawara akan segera menjalani pelatihan intensif sebelum bertanding di ajang Festival Seni Qasidah (FSQ) tingkat Provinsi Kalimantan Tengah pada pertengahan Oktober 2026 di Kabupaten Kapuas, dengan target mengunci tiket ke putaran nasional pada November 2026 mendatang.

(Fahriadi)