
Murung Raya, Mediatipikor.com – Misi kemanusiaan dan sosialisasi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang diemban Satuan Tugas (Satgas) Edukasi Pencegahan Karhutla Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri di wilayah hukum Polres Murung Raya resmi berakhir. Purna tugas tersebut ditandai dengan penyerahan plakat penghargaan usai tiga peserta didik Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Polri menuntaskan seluruh agenda lapangan selama delapan hari masa dinas.
Penugasan yang bergulir sejak 29 Agustus hingga 5 September 2026 ini dijalankan secara terintegrasi bersama jajaran personel Polres Murung Raya dan Polsek jajaran. Tim Satgas menyisir berbagai kawasan rawan karhutla guna membangun komunikasi interaktif, menyebarluaskan edukasi mitigasi kebakaran, serta berdialog langsung dengan warga di tingkat tapak.
Pola pendekatan yang diterapkan menitikberatkan pada ruang diskusi dua arah. Selain memaparkan materi regulasi dan bahaya pembakaran lahan, Satgas turut menyerap aspirasi riil, kendala sosial ekonomi warga, serta dinamika lapangan yang dihadapi masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kepolisian Resor Murung Raya, AKBP Asep Bangbang Saputra, S.I.K., menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi serta kinerja optimal para siswa SIP Lemdiklat Polri selama mengemban mandat di Kabupaten Murung Raya. Ia meyakini langkah preventif ini berkontribusi signifikan dalam memupuk kesadaran ekologis warga.
“Semoga seluruh kegiatan edukasi yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran, kepedulian, dan partisipasi masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” tutur AKBP Asep di Puruk Cahu pada Sabtu (5/9/2026).
AKBP Asep menggarisbawahi bahwa penanganan karhutla, khususnya yang berkelindan dengan aktivitas pembukaan lahan oleh masyarakat adat maupun peladang lokal, harus dikedepankan lewat jalur persuasif, dialog konstruktif, serta penyediaan solusi alternatif yang tetap patuh pada ketentuan perundang-undangan.
Mengingat kondisi musim kemarau yang memicu penyusutan debit air serta meningkatnya kerawanan vegetasi kering, ia menekankan pentingnya sinergi terpadu antara unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan korporasi swasta untuk memperketat patroli pemantauan titik api demi meminimalisasi risiko kebakaran di Bumi Tana Malai Tolung Lingu.
(Fahriadi)