Bapak Pj Bupati juga memfasilitasi komunikasi dengan panitia dan pengurusan izin, dan Alhamdulillah, kita bisa komunikasi langsung dengan panitia,” tambahnya.
Ia juga mengimbau agar para santri dalam keberangkatan ke luar negeri tetap menjaga sikap, keamanan, maupun kedisiplinan serta menjaga keberadaan paspor masing masing. “Paspor itu seperti nyawa, hilang paspor jadi masalah,” tegas Fakhruddin.
Ia juga mengingatkan para santri untuk menjaga citra baik Indonesia, Aceh, dan citra lembaga pendidikan Indonesia selama di luar negeri. “Kalian tidak hanya mewakili Pesantren Oemar Diyan, tapi juga mewakili Indonesia, Aceh dan terutama Aceh Besar untuk tampil di sana,” tutupnya.
Acara pelepasan yang dilakukan oleh Pj Bupati Muhammad Iswanto tersebut, turut dihadiri oleh para kepala OPD di lingkungan Pemkab Aceh Besar, serta para wali santri.
Jumlah santri yang berangkat menuju Turki, berjumlah 13 orang, didampingi oleh dua instruktur yaitu Muhammad Zubir SE dan Fahrul. Mereka dijadwalkan berangkat sore ini, Jumat 28 Juli 2024, dari Pesantren Oemar Diyan menuju Bandara Kualanamo Medan. Dari sana, mereka akan terbang ke Kuala Lumpur sebelum melanjutkan perjalanan langsung ke Turki.(MC Aceh Besar)


















