
“Anehnya, pada suatu malam saya bermimpi berturut-turut dengan mimpi yang sama bahwa mereka adalah benar-benar pahlawan bangsa Aceh yang telah syahid ditembak oleh tentara sekutu Kolonial Belanda pada waktu istirahat didalam kurok rok (bungker) bersama rekannya masa itu, terang Mas Yoga dengan singkat.
Situs peninggalan yang sangat bersejarah ini yang telah lama diberi nama Makam Syuhadah Lampoeh Sabi oleh sejak dari dahulu kala hingga hingga sekarang masih diberi nama sebagai “Sagoe Lampoh Sabi – Daerah II Wilayah Batee Iliek” tersruktur dalam buku perjuangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan ini yang terletak di Duson Barat Gampong (Desa) Keude Dua Kematan Juli Kabupaten Bireuen.
Selain itu Masri Yoga menceritakan, dilokasi tersebut terdapat 7 (tujuh) buah dalam bentuk kuburan yang memanjang dan diperkirakan kuburan orang syahid itu semasa berperang dengan tentara Kolonial Belanda sesuai kajian sejarah-sejarah perjuangan Bangsa Aceh dimasa yang lampou.
Mas Yoga berharap, kami mewakili masyarakat Bireuen, meminta kepedulian khusus kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen dan dinas terkait terhadap temuan situs 7 kuburan syuhadah peninggalan yang bersejarah, dan kepada Pemerintah Aceh serta DPR Aceh, khususnya kepada Ketua DPRA Zulfadli (Abang Fadli) Samalanga, guna untuk meninjau langsung ke situs ini, pintanya dengan penuh harapan.(Abdullah)


















