Sumber mengimbuhkan, bila diamati secara detail mulai dari pekerjaan penimbunan, pembentukan (rakitan) besi yang digunakan semua diduga asal jadi.
“Banyak terlihat besi U (leter U-red) yang berukuran tidak sejajar dan terlihat jelas panjang dan pendek. Mirisnya lagi, ketika saluran Box air kerinci barat mengalami kerobohan, tapi didinding saluran air tersebut hanya ditempel pakai semen. Lalu yang menjadi tanda tanya yakni apakah pihak dinas terkait tidak melakukan fungsi pengawasan ? Sehingga pekerjaan proyek tersebut sangat amburadul dan dibiarkan saja begitu,” tutup sumber.
Sangat disayangkan hingga berita ini diterbitkan, awak media belum mendapat keterangan resmi dari pihak Dinas PUPR Kabupaten Pelalawan terkait hal tersebut. Beberapa kali coba dikoonfirmasi ke Kantor Dinas PUPR melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (Kabid SDA) Dinas PUPR Kabupaten Pelalawan, Latif Busroni,MT., namun tidak berhasil ditemui, demikianpula ketika coba dilakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas PUPR, Farhan Nisbar melalui pesan WhatsApp namun tak kunjung direspon.(RG)


















