Pusat Informasi Media Tipikor Nasional

Di Duga Bermasalah Ketua SWI Desak APH Periksa Anggaran Pengadaan Kendaraan Dinkes Aceh Tamiang

Rp698.026.000 untuk 1 unit ambulans Hilux (Realisasi 96,90%)

Rp800.000.000 untuk 1 unit ambulans Kijang Innova (Realisasi 99,75%)

Namun sangat disayangkan, beberapa ambulans yang baru diterima oleh puskesmas mengalami kebocoran air saat digunakan dalam kondisi hujan deras. Hal ini terjadi pada unit ambulans di Puskesmas Sapta Jaya Kecamatan Rantau dan Puskesmas Sungai Yu. Meski kondisi kendaraan tertutup rapat, air tetap masuk ke dalam kabin.
Hingga Berita ini di Terbitkan masih ada Ambulan yang masuk Air dan belum di Perbaiki, seperti Ambulan Puskesmas Sungai yu Terkonfirmasi.

Lebih mencurigakan lagi, saat salah satu ambulans dibawa servis untuk pertama kalinya, pihak bengkel mengklaim bahwa kendaraan tersebut sudah pernah diservis sebelumnya. Padahal, menurut pihak puskesmas, ini merupakan servis pertama sejak kendaraan diterima.

Aprinalda, selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pengadaan barang di Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, saat dikonfirmasi, menyarankan agar awak media langsung bertanya kepada Kepala Dinas, Dr. Mustakim, yang merangkap sebagai Pengguna Anggaran (PA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Terkait Servis Kendaraan tersebut di Bawak ke Aceh Tamiang Jalur’ darat ujarnya,jadi sewaktu mau Jalan dari Pabrik di servis dulu Bang sebut Aprinalda menjelaskan.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Dr. Mustakim mengaku tidak mengetahui kejadian tersebut dan memanggil dua staf, Aprinalda dan Alfian. Dalam klarifikasi, Aprinalda membenarkan adanya kejadian air masuk ke dalam ambulans dan mengklaim bahwa permasalahan tersebut sudah ditangani melalui garansi.

Namun pernyataannya yang menyebut “berita ini sudah kadaluarsa karena sudah diperbaiki,” menuai kecaman dari Ketua SWI.

“Tidak ada istilah berita kadaluarsa, apalagi belum ada satu pun media yang menulis soal ini sebelumnya. Wartawan bekerja sebagai kontrol sosial dan menyampaikan fakta kepada publik. Ambulan yang baru digunakan seharusnya tidak bocor saat hujan, ini menjadi pertanyaan besar,” ujar Hendrico Lubis.

Ia menambahkan bahwa kasus ini perlu ditindaklanjuti karena bisa jadi permasalahan berasal dari proses pengadaan atau kualitas karoseri yang digunakan.

“Saya minta APH segera periksa pengadaan ini. Ucapan seperti ‘berita kadaluarsa’ justru mencederai transparansi dan integritas pelayanan publik,” tutupnya tegas. ( Yogi )