“Meminta petani meningkatkan produksi sah-sah saja, tetapi pemerintah wajib lebih dulu memastikan sarana pendukung tersedia. Tanpa itu, seruan tersebut hanya akan menjadi retorika,” ujarnya.
Lebih lanjut, M. Nur mengingatkan bahwa pola kebijakan yang hanya menitikberatkan pada instruksi tanpa intervensi nyata justru berisiko membebani masyarakat. Ia menilai, kondisi tersebut mencerminkan lemahnya kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan petani.
“Kalau hanya bisa memerintah tanpa memberi dukungan, itu bukan kepemimpinan, melainkan beban bagi rakyat,” pungkasnya.
















