MEDIATIPIKOR.COM – Kebijakan Bupati Aceh Besar yang mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh camat untuk meneruskan instruksi kepada para keuchik agar memasak Bubur Asyura dan Teuet Apam dalam rangka memperingati 10 Muharram 1448 Hijriah menuai beragam tanggapan dari masyarakat.
Di satu sisi, tradisi memasak Bubur Asyura merupakan bagian dari budaya dan syiar Islam yang telah lama hidup dan berkembang di Aceh. Namun, di sisi lain, sebagian masyarakat mempertanyakan prioritas pemerintah daerah yang dinilai lebih cepat merespons kegiatan seremonial dibandingkan berbagai persoalan pembangunan dan pelayanan publik yang masih menjadi keluhan warga.
Sejumlah warga menilai, memasuki pertengahan tahun anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar seharusnya lebih fokus mempercepat realisasi program pembangunan, proses pelelangan proyek infrastruktur, peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan, serta perbaikan jalan yang hingga kini masih dikeluhkan masyarakat.
“Tradisi Asyura tentu baik dan sudah menjadi budaya masyarakat Aceh. Namun pemerintah juga harus menunjukkan keseriusan dalam menyelesaikan persoalan yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat,” ujar salah seorang warga Kota Jantho.
Selain itu, masyarakat juga mempertanyakan sumber pendanaan pelaksanaan kegiatan tersebut. Apakah akan menggunakan dana desa atau hanya bersifat gotong royong dan swadaya masyarakat. Menurut mereka, pemerintah perlu memberikan penjelasan yang jelas agar tidak menimbulkan kebingungan di tingkat gampong.

















