
Murung Raya, Mediatipikor.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya secara resmi memberlakukan Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Kebijakan antisipatif ini disepakati dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang dilangsungkan di Gedung Pertemuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat pada Kamis (6/8/2026), sebagai respons atas ancaman kebakaran di tengah musim kemarau.
Pertemuan strategis tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, yang hadir mewakili Bupati Heriyus. Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD Murung Raya Rumiadi, jajaran Forkopimda, Dewan Adat Dayak (DAD), Kepala Pelaksana BPBD, pimpinan perangkat daerah, hingga para camat, lurah, dan kepala desa beserta instansi terkait.
Penetapan status darurat ini dirumuskan berdasarkan evaluasi cuaca selama satu bulan terakhir yang menunjukkan minimnya intensitas hujan di wilayah Murung Raya. Keputusan bulat tersebut juga didasari oleh analisis kualitas udara dan kondisi iklim yang dilaporkan oleh Dinas Lingkungan Hidup.
“Hampir satu bulan terakhir hampir tidak ada curah hujan yang tinggi. Ditambah laporan dari Dinas Lingkungan Hidup, maka kami sepakat menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla,” ujar Wabup Rahmanto seusai memimpin rapat.
Guna meminimalkan risiko bencana sepanjang musim kemarau 2026, Rahmanto menekankan perlunya kolaborasi lintas sektoral. Penanganan Karhutla dinilai tidak bisa dituntaskan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif dari aparat TNI-Polri, instansi vertikal, tokoh adat, pelaku usaha, hingga elemen masyarakat di tingkat akar rumput.
Sebagai langkah pencegahan tambahan, Pemkab Murung Raya menginstruksikan aparatur di tingkat kecamatan hingga desa untuk menghidupkan kembali Pos Keamanan Lingkungan di setiap RT dan RW guna memperketat pengawasan kawasan rawan api. Setiap desa juga diwajibkan menyiapkan alokasi dana penanganan bencana melalui APBDes Perubahan Tahun Anggaran 2026 demi memperkuat kesiapsiagaan dasar.
“Kami berharap melalui keseriusan, kesiapan, dan kerja sama seluruh pihak, potensi kebakaran dapat ditekan semaksimal mungkin agar masyarakat tetap aman dan pembangunan berjalan lancar,” tegas Rahmanto.
Langkah cepat dan terukur ini memosisikan Kabupaten Murung Raya sebagai salah satu wilayah di Kalimantan Tengah yang paling responsif dalam memitigasi bahaya Karhutla pada musim kemarau tahun ini.
(Fahriadi)
