Daerah

Ribuan Pekerja Emas Sektor Informal DAS Barito Butuh Solusi Bertahan Hidup

8

Kaliman Tengah – Ribuan pekerja emas secara manual sektor informal di DAS Barito merasa resah dan bingung dengan adanya razia masif terhadap Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang gencar dilakukan aparat penegak hukum di wilayah Kalimantan Tengah. Pasalnya, para pekerja emas sektor informal dengan jenis usaha atau kegiatan ekonomi skala kecil yang tidak terdaftar secara resmi, tidak diatur oleh hukum formal, dan tidak memiliki izin atau jaminan kerja tetap ini bertujuan utama mencari pendapatan harian demi bertahan hidup, bukan mencari keuntungan besar.

“Kami bukan penjahat. Kami hanya ingin makan,” ujar Bro, yang mewakili ribuan pekerja emas Barito Utara di DAS Barito, Sabtu (22/8/2026).

Disampaikan Bro, sebagai pekerja emas manual hanya untuk mencari pendapatan harian demi bertahan hidup, bukan mencari keuntungan besar.

“Saya pekerja emas. Orang bilang mengasbuk. Dari situlah saya beri makan anak, istri, dan cucu,” ucapnya.

Dulu ia penyadap karet. Saat harga karet tinggi, hidup masih layak. Kini harga karet anjlok, sembako melambung. Ia pindah mengurus rutan. Tenaga tak lagi kuat. Pilihan terakhir: menambang emas manual sehari penuh demi sebungkus beras.

Namun sejak Agustus 2026, pintu rezeki itu ditutup. Razia polisi membuat pembeli emas takut menampung.

“Walau emas saya secuil, itu untuk beli beras dan rokok. Sekarang mau jual ke siapa? Sedih Pak,” lirihnya.

Hal yang sama juga dialami Rio, warga Dayak Murung Raya.

“Tidak jauh beda. Kami di sini juga sulit jual emas,” tegasnya.

Exit mobile version