Medan – Ketua Umum Panitia Percepatan Provinsi Tapanuli (PPPT), Yonge Sihombing, S.E., M.B.A., melaporkan bahwa pihaknya telah merampungkan naskah akademik dan rancangan undang-undang (RUU) pembentukan Provinsi Tapanuli. Laporan itu disampaikan kepada Wakil Ketua Dewan Pembina PPPT, Lundu Panjaitan, S.H., M.A., saat kunjungan silaturahmi di Medan, Rabu (16/9/2026).
Rombongan kunjungan silaturahmi tersebut dipimpin Ketua Umum PPPT Yonge Sihombing, S.E., M.B.A., didampingi Sekretaris Jenderal Dr. Dra. Murniati Tobing, M.Si., dan Bendahara Umum Drs. Binton Simorangkir, M.M.
“Dokumen tersebut disusun sebagai landasan formal untuk pengajuan pembentukan provinsi baru kepada pemerintah pusat. Dokumen tersebut rencananya akan segera diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto, Badan Legislasi DPR RI, Komisi II, serta pemangku kepentingan terkait lainnya,” ujar Yonge.
Selain melaporkan progres RUU, Yonge juga menyampaikan bahwa buku karyanya berjudul “Prabowonomics” telah sampai kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Buku tersebut berisi gagasan mengenai pemerataan pembangunan yang sejalan dengan semangat pembentukan Provinsi Tapanuli,” terang Yonge.
Yonge menegaskan bahwa penyusunan naskah akademik dilakukan dengan melibatkan akademisi dan memperhatikan aspek historis, yuridis, sosiologis, serta potensi ekonomi kawasan Tapanuli. Hal ini diharapkan dapat memenuhi persyaratan formil dan materiil pembentukan provinsi baru.
