Kimia Farma 156 Klinik Pratama, member ot biofarma group, di Jalan Yetro Sinseng No 1 Kelurahan Lanjas Kecamatan Teweh Tengah, Barito Utara, diminta lebih profesional dalam melakukan pelayanan masyarakat. Pasalnya, seorang warga kelurahan Jingah, Kecamatan Teweh yang datang sekitar jam 9 WIB ingin meminta surat rujukan dari Kimia Farma PASKES FKTP tujuan Dokter Penyakit Dalam di RSUD Muara Teweh tidak bisa mendapatkan surat rujukan karena dokter yang memberi rujukan sedang tidak berada di tempat.
“Petugas jaga Kimia Farma mengatakan Dokter tidak ada di tempat, alasan menunggu dan menunggu dan tidak ada solusi atau kebijakan petugas jaga atau yang mewakili Dokter agar bisa memberi surat rujukan,” terang warga, kepada Media Tipikor, Selasa (17/3/2026).
Warga sangat menyayangkan sistem dan kebijakan Kimia Farma Klinik Pratama karena tidak memiliki Dokter yang seharusnya siap siaga dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat.
“Tidak ada kebijakan sama sekali, apa lagi saat bulan puasa, kita sangat memerlukan surat rujukan, setidaknya ada perwakilan yang dapat mengambil kebijakan kalau Dokter tidak ada di tempat,” katanya.
Diterangkan warga, karena tidak mendapatkan solusi terkait surat rujukannya, akhirnya wargapun kembali dengan kecewa dan menyampaikan keluhan tersebut kepada Anggota DPRD Barito Utara, Hasrat, S.Ag., dan dengan sigap menindaklanjuti keluhan warga.
“Setelah dikomunikasikan oleh Bapak Hasrat selaku anggota DPRD Barito Utara, barulah persoalan saya teratasi dan mendapatkan surat rujukan dari Kimia Farma Klinik Pratama,” jelasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Barito Utara, Hasrat, S.Ag., yang langsung melakukan komunikasi ke pihak BPJS Kesehatan, Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial Kantor Cabang Muara Teweh, Kedeputian Wilayah VIII, terkait persoalan surat rujukan warga tersebut, berharap agar Kimia Farma Klinik Pratama Muara Teweh tidak mempersulit layanan kesehatan masyarakat.
“Sedih kita mendengar keluh kesah masyarakat, sebagai contoh cuba kalau dari Kecamatan Gunung Purei, desa yang jaraknya jauh, dan sudah bermalam di muara Teweh dengan ongkos dan biaya lainnya, harus mengalami persoalan serupa karena surat rujukan,” ujar Hasrat.
Menurut Hasrat, semua fasien yang sakit tentu saja menginginkan pelayanan yang secepatnya dan tidak berbelit-belit.
“Mereka mau cepat dan tidak terlambat atau ada yang di tunggu-tunggu, sangat kasihan, sudah sakit urusan berbelit-belit seperti tidak ada solusi hanya untuk surat rujukan,” katanya.
Hasrat berharap pelayanan kesehatan bagi masyarakat Barito Utara di FASKES Tingkat I Klinik Kimia Farma 156 harus sigap dan tidak lamban.
“Sangat kasihan warga kita, saya berharap pelayanan kesehatan di Barito Utara tidak ada yang menyulitkan warga. Terutama Faskes Tingkat I Klinik Kimia Farma 156 harus profesional, sigap dan tidak lamban,” pungkas Hasrat.


















