Lebih lanjut disampaikan Syukri, yang patut diapresiasi adalah masyarakat Sabang memiliki kecerdasan dan memahami bahwa dalam bernegara setiap partai politik harus bertemu pada sebuah kesepakatan membangun peradaban manusia ke arah yang lebih baik.
“Jadi partai politik itu bukan saling memfitnah dan saling membantai, bukan pula saling mencurangi dan mencaci maki, terlebih lagi bila sampai tak bertegur sapa sampai mati. Partai politik itu harus bertarung kesatria diruang lingkup ide dan gagasan, berdialog tentang solusi terbaik bagi setiap persoalan publik yang saat ini sedang terjadi,” bebernya.
Masyarakat Sabang mengerti, kata Syukri, bahwa dengan berbagai perbedaan yang ada, namun setiap partai politik harus bertemu pada satu visi yang sama, yakni partai apapun pasti memiliki tujuan agar bangsa dan negara ini lebih baik.
“Tidak haram memilih PDIP atau PPP, tidak wajib memilih Golkar atau PAN, tidak sunnah memilih Nasdem atau Demokrat, tidak harus pula memilih Gerindra atau Parlok maupun partai-partai lainnya. Pilih sesukamu tetapi kemudian bertemulah didalam apa yang disebut visi yang sama, partai apapun ingin bangsa dan negara ini baik,” pungkas Tengku Bayu, Bacaleg yang akan berkompetisi sebagi Calon DPRK Sabang pada Pemilu 2024 itu.(Amir Sagita)[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]


















