βKami sudah lulus, tetapi sampai sekarang ijazah belum juga terbit. Sementara pendaftaran kuliah terus berjalan. Kami seperti digantung tanpa kejelasan,β ujar salah satu alumni yang enggan disebutkan namanya.
Selain itu, para alumni mengaku mengalami kerugian materi akibat ketidakpastian tersebut, mulai dari biaya pendaftaran hingga hilangnya kesempatan melanjutkan pendidikan. Kondisi ini memicu keresahan di kalangan lulusan maupun keluarga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan terkait waktu penerbitan ijazah.
Pihak yayasan menyatakan proses masih berlangsung di kementerian terkait, namun belum disertai tenggat waktu yang pasti.
Para alumni mendesak adanya transparansi serta tanggung jawab dari pihak terkait agar persoalan ini segera diselesaikan. Mereka berharap hak sebagai lulusan dapat dipenuhi tanpa harus terus dirugikan oleh situasi yang berlarut-larut.

















