Banyak dari mereka mengaku telah menyiapkan dokumen secara lengkap dan menggantungkan harapan pada program bantuan tersebut untuk memulai atau mengembangkan usaha.
Di sisi lain, belum ada keterangan resmi dari pihak Baitul Mal Aceh Besar terkait alasan penutupan layanan maupun apakah akan ada perpanjangan waktu pengajuan proposal. Ketidakjelasan ini semakin memperkuat keresahan warga yang merasa dirugikan.
Sejumlah warga berharap ada transparansi dan komunikasi yang lebih baik ke depan, termasuk kepastian jadwal dan mekanisme penerimaan proposal agar kejadian serupa tidak terulang.
Peristiwa ini menjadi sorotan, terutama di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih membutuhkan dukungan nyata melalui program pemberdayaan usaha. Kini, publik menanti langkah cepat pemerintah daerah untuk merespons situasi tersebut dan memastikan keadilan akses bagi seluruh warga.


















