Daerah

Masyarakat Awasi Proyek Bendung Cariang, Diharapkan Tak Bernasib Seperti Bendung Rengrang

323
×

Masyarakat Awasi Proyek Bendung Cariang, Diharapkan Tak Bernasib Seperti Bendung Rengrang

Sebarkan artikel ini

MEDIATIPIKOR.COM – Proyek rehabilitasi permanen Bendung Cariang di Sungai Cipelang, Desa Keboncau, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, menjadi perhatian masyarakat. Warga berharap pembangunan bendung yang vital bagi sektor pertanian tersebut dapat diselesaikan tepat waktu dan tidak mengalami permasalahan konstruksi seperti yang terjadi pada Bendung Rengrang.

Bendung Cariang merupakan infrastruktur irigasi yang dibangun sejak tahun 1911 dan berfungsi mengairi sekitar 1.603 hektare lahan pertanian di enam desa di Kecamatan Ujungjaya. Namun, akibat kerusakan dan jebolnya bendung dalam dua tahun terakhir, pasokan air ke area persawahan terganggu.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung mengalokasikan anggaran sebesar Rp81.220.389.000 untuk rehabilitasi Bendung Cariang. Proyek tersebut dikerjakan melalui skema kontrak tahun jamak (Multi Years Contract/MYC) selama periode 2025–2027.

Pekerjaan berada di bawah Satuan Kerja SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) II yang dipimpin Faruz Iqbal Tawakal, S.T., M.Eng. Adapun ruang lingkup pekerjaan meliputi persiapan, Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), pekerjaan tanah, pasangan batu, pekerjaan beton, hingga pengadaan dan pemasangan pintu air dengan masa pelaksanaan selama 25 bulan.

Berdasarkan rencana anggaran, alokasi dana dan target progres pekerjaan dibagi menjadi tiga tahap, yaitu:

  • Tahun 2025 sebesar Rp12,85 miliar dengan target progres 15,82 persen.
  • Tahun 2026 sebesar Rp42,15 miliar dengan target progres 51,73 persen.
  • Tahun 2027 sebesar Rp26,22 miliar dengan target progres 32,28 persen.

Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian PUPR, proyek tersebut dimenangkan oleh PT Fatimah Indah Utama dengan nilai penawaran Rp64.976.310.994,40 atau sekitar 79,99 persen dari nilai pagu paket.

Tercatat sebanyak 107 penyedia mengikuti proses tender. Tiga peserta yang lolos evaluasi antara lain PT Fatimah Indah Utama dengan nilai penawaran Rp64,97 miliar, PT Permata Maju Jaya sebesar Rp68,14 miliar, dan PT Hidup Indah sebesar Rp74,63 miliar.

Namun, proses tender tersebut menjadi sorotan karena terdapat perusahaan lain yang memasukkan nilai penawaran identik dengan pemenang, yakni PT Gunakarya Nusantara sebesar Rp64.976.310.994,40. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya indikasi persekongkolan tender yang dinilai perlu mendapat perhatian pihak berwenang.Dalam regulasi yang berlaku, Pasal 22 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 melarang pelaku usaha bersekongkol untuk mengatur atau menentukan pemenang tender sehingga menimbulkan persaingan usaha tidak sehat.

Selain itu, Peraturan KPPU Nomor 3 Tahun 2023 dan Peraturan LKPP Nomor 12 Tahun 2021 juga mengatur bahwa kesamaan harga penawaran dapat menjadi salah satu indikator yang wajib dievaluasi dalam proses pengadaan.Sementara itu, hasil pemantauan di lapangan pada 21 Mei menunjukkan aktivitas pekerjaan yang masih terbatas.

Sejumlah alat berat terlihat beroperasi di lokasi, masing-masing untuk pekerjaan perkuatan tanggul sementara dan pemancangan pondasi mercu bendung.Project Manager proyek, Afandi, saat ditemui di lokasi menyampaikan bahwa progres pekerjaan hingga saat ini baru mencapai sekitar 8 persen.“Progres sampai saat ini baru mencapai 8 persen,” ujarnya singkat.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena proyek telah berjalan sekitar tujuh bulan sejak penandatanganan kontrak pada 16 Oktober 2025.Di sisi lain, Beni selaku direksi atau pengawas proyek dari BBWS Cimanuk-Cisanggarung belum memberikan tanggapan saat dihubungi. Sementara itu, Dani selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) disebut belum pernah ditemui di lokasi pekerjaan meskipun sejumlah pihak mengaku telah beberapa kali melakukan pemantauan langsung.

Seorang petani setempat yang enggan disebutkan namanya berharap proyek dapat segera diselesaikan agar kebutuhan air irigasi kembali normal.“Kami sangat berharap perbaikan bendung ini cepat selesai agar kebutuhan air untuk sawah kembali tercukupi. Jangan sampai terjadi seperti proyek lain yang setelah selesai justru mengalami kerusakan dan harus diperbaiki kembali,” ujarnya.

Masyarakat berharap proses pembangunan Bendung Cariang dapat berjalan sesuai perencanaan, tepat waktu, serta menghasilkan kualitas konstruksi yang mampu mendukung kebutuhan irigasi petani dalam jangka panjang.Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih diupayakan untuk memberikan klarifikasi guna memenuhi prinsip pemberitaan yang berimbang.