Daerah

Kemarau Berulang, Respons Pemkab Aceh Besar Disorot: Petani Minta Solusi Nyata Atasi Krisis Air

23
×

Kemarau Berulang, Respons Pemkab Aceh Besar Disorot: Petani Minta Solusi Nyata Atasi Krisis Air

Sebarkan artikel ini

“Bukan hanya sawah yang terdampak, kebutuhan air bersih masyarakat juga mulai terasa. Jika kondisi ini berlanjut, dampaknya tentu akan semakin luas,” ujarnya.

Di tengah situasi tersebut, masyarakat juga mengajak untuk memperkuat ikhtiar melalui pelaksanaan shalat istisqa atau doa meminta hujan, sembari berharap pemerintah terus mengupayakan langkah-langkah penanganan yang konkret.

“Kita tetap berikhtiar melalui doa, tetapi di saat yang sama pemerintah diharapkan terus menghadirkan solusi nyata untuk mengatasi persoalan kekeringan,” katanya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mempercepat berbagai langkah penanganan, seperti penyediaan sumber air alternatif, optimalisasi embung dan waduk, serta perbaikan jaringan irigasi agar distribusi air dapat menjangkau kawasan hilir secara lebih merata.

Berdasarkan informasi dari BMKG, puncak musim kemarau di Aceh diperkirakan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026 dan berpotensi berlanjut sampai Oktober. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya dampak kekeringan terhadap sektor pertanian.

Sejumlah warga berharap langkah mitigasi dapat segera dilakukan agar potensi gagal panen, gangguan terhadap ketahanan pangan, serta dampak ekonomi bagi masyarakat dapat diminimalkan.

“Kami berharap penanganan dilakukan secepat mungkin agar kerugian yang dialami petani tidak semakin besar,” tutup Ismu.