Festival Budaya Tira Tangka Balang 2026 Resmi Dibuka, Bupati Mura Ingatkan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Murung Raya, Mediatipikor.com – Bupati Murung Raya, Heriyus, S.E., membuka secara resmi perhelatan Festival Budaya Tira Tangka Balang Tahun 2026 yang dipusatkan di Alun-Alun Jorih Jerah, Puruk Cahu, pada Selasa sore (4/8/2026).
Pembukaan festival budaya tersebut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Murung Raya Dina Maulidah, Ketua TP-PKK Kabupaten Murung Raya Warnita Heriyus, para pimpinan perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, jajaran Dewan Adat Dayak (DAD), tokoh masyarakat, tokoh agama, serta kontingen dari 10 kecamatan se-Kabupaten Murung Raya.
Dalam sambutannya, Bupati Heriyus melontarkan apresiasi tinggi kepada panitia penyelenggara, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dewan Adat Dayak, beserta seluruh elemen yang telah bekerja keras menyukseskan agenda tahunan ini.
“Festival Budaya Tira Tangka Balang bukan sekadar pesta rakyat, tetapi menjadi ruang untuk merawat jati diri, menghidupkan nilai-nilai kearifan lokal, serta memperkenalkan kekayaan budaya Murung Raya kepada masyarakat yang lebih luas,” ujar Heriyus.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa falsafah Tira Tangka Balang merupakan manifestasi persatuan, keberanian, dan ketangguhan warga Dayak di Bumi Tana Malai Tolung Lingu. Melalui pergelaran seni, musik tradisional, tarian daerah, hingga pelaksanaan ritual adat, masyarakat diajak untuk terus menjaga dan merawat warisan leluhur.
Heriyus turut menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Murung Raya dalam memfasilitasi program pelestarian adat dan budaya sebagai landasan pembentukan karakter serta penguatan identitas daerah.
Bupati menyampaikan rasa terima kasih atas partisipasi aktif dari seluruh kontingen 10 kecamatan. Namun, ia secara khusus mengingatkan para aparatur di tingkat kecamatan maupun desa agar tidak mengabaikan tugas-tugas pelayanan kepada masyarakat selama gelaran festival berlangsung.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh kecamatan yang telah mengirimkan kontingennya. Namun saya berharap pelayanan publik tetap berjalan seperti biasa dan jangan sampai kantor-kantor kosong karena seluruh pegawainya mengikuti festival,” pesannya.
Di samping memelihara kelestarian budaya, Heriyus menguraikan bahwa ajang ini turut menggerakkan perekonomian warga melalui pelibatan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjajakan ragam produk unggulan daerah.
Ia menaruh harapan agar Festival Budaya Tira Tangka Balang mampu merekatkan daya tarik pariwisata budaya setempat, sekaligus melahirkan talenta-talenta berbakat yang siap mewakili Kabupaten Murung Raya pada perlombaan budaya dan olahraga tradisional tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.
Ia juga berpesan kepada segenap warga, terutama generasi muda, agar bangga akan jatidiri sebagai bagian dari suku Dayak dan konsisten membentengi adat istiadat dari gempuran modernisasi.
“Mari kita bersama-sama menjaga dan melestarikan adat serta budaya Dayak. Jangan sampai budaya kita terkikis oleh pengaruh budaya luar. Festival ini menjadi momentum memperkuat persatuan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya daerah,” tegasnya.
Menutup arahannya, Heriyus mengimbau segenap peserta lomba untuk senantiasa mengedepankan nilai sportivitas, memelihara kebersamaan, dan menjadikan festival ini sebagai wahana mempererat silaturahmi.
Serangkaian acara pembukaan tersebut diakhiri dengan pernyataan resmi pembukaan Festival Budaya Tira Tangka Balang Tahun 2026 oleh Bupati Heriyus.
(Fahriadi)



