“Sudah menjadi rahasia umum, tambang ilegal ini kebal hukum karena ada beking. Setiap mau ada razia, selalu bocor. Kami minta Kapolda Aceh Irjen Ruddi Setiawan bongkar semua bekingnya. Jangan pandang bulu, siapa pun dia,” tegasnya
Sementara itu, tokoh pemuda Jantho, Saiful, berharap penindakan tambang emas ilegal ini terus berlanjut hingga tambang benar-benar tutup total.
“Kami trauma, Jantho ini ibu kota kabupaten, tapi hutan di sekelilingnya rusak parah. Kalau hujan, banjir, kalau kemarau, kekeringan. Ini semua akibat tambang ilegal. Kami minta Polda Aceh tutup total dan lakukan reklamasi. Jangan beri ampun,” katanya.
Para tokoh masyarakat Jantho juga mendukung penuh Kapolda Aceh dan meminta Bupati Aceh Besar Syech Muharram Idris untuk ikut bersikap tegas terhadap tambang emas ilegal.
“Kami mendukung Polda Aceh 100%. Kami juga minta Bupati Syech Muharram Idris yang kita cintai, jangan diam. Jantho ini rumah kita, harus kita jaga. Jangan biarkan perusak alam mengacak-acak Jantho,” tutup Saiful
Sebelumnya, Tim Ditreskrimsus Polda Aceh dikabarkan telah mengamankan beberapa unit excavator dan mesin dompeng di lokasi tambang emas ilegal Jantho. Beberapa pekerja juga diamankan untuk dimintai keterangan.
Hingga berita ini diterbitkan, Polda Aceh belum merilis secara resmi jumlah tersangka dalam kasus tambang emas ilegal Jantho tersebut.
