“Agar semua tahapan pelaksanaan kegiatan survei percepatan penurunan stunting dapat berjalan sebagaimana mestinya diperlukan sinergitas lintas sektor dan seluruh stakeholder sehingga penurunan angka stunting di Kalimantan Tengah dari 26,9% Tahun 2022 bisa menjadi 15,38% di tahun 2024,” tutur Wabub.
Lebih lanjut disampaikan Wabub, untuk prevalensi stunting di Kabupaten Barito Utara sendiri mengalami penurunan dari angka 28,3% menjadi 19,6%.
“Saya berharap Pemerintah Kecamatan, Kelurahan dan Desa, sampai kepada RT, RW, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Pemangku Adat, Tokoh Pemuda dan seluruh kader masyarakat memperhatikan kondisi yang ada di lapangan berkaitan dengan ketahanan pangan dan gizi serta berkaitan dengan ketersediaan air bersih dan juga higienis sanitasi di berbagai wilayah Kabupaten Barito Utara. Maksimalkan koordinasi antara kita semua sehingga permasalahan stunting dapat diatasi di Kabupaten Barito Utara,” tutup Sugianto.(Ramli)

















