Murung Raya, Mediatipikor.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya, Rumiadi, SE., SH., MH., menghadiri secara resmi pembukaan Karnaval Budaya yang menjadi bagian dari semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Murung Raya sekaligus menyongsong HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Agenda ini berlangsung pada Senin (3/8/2026) dalam suasana yang penuh kehangatan dan semangat kebersamaan.
Di sela kegiatan, Rumiadi melontarkan apresiasi tinggi atas terselenggaranya perhelatan Karnaval Budaya tersebut. Ia menilai bahwa ajang ini bukan sebatas sarana tontonan hiburan, melainkan cerminan nyata dari tingginya kepedulian masyarakat dalam memelihara dan melestarikan khazanah seni serta budaya lokal.
Sikap antusias terpancar sepanjang rute karnaval, di mana ribuan peserta yang terdiri atas pelajar, jajaran perangkat daerah, utusan dari seluruh kecamatan, hingga warga umum ikut serta memeriahkan suasana. Partisipasi masif ini mempertegas bahwa warisan tradisi Murung Raya tetap mengakar kuat di tengah kehidupan masyarakat.
“Karnaval Budaya ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan menjadi ruang berharga untuk memperkenalkan sekaligus menjaga warisan luhur yang dimiliki Murung Raya, agar tetap lestari dan tidak hilang tergerus perkembangan zaman,” ungkap Rumiadi di hadapan warga yang hadir.
Kehadiran jajaran pimpinan dan anggota DPRD dalam momen ini turut mempertegas komitmen lembaga legislatif terhadap perlindungan identitas kebudayaan daerah. Langkah ini sekaligus memupuk jiwa kebersamaan dan gotong royong warga di tengah perayaan dua agenda bersejarah yang berlangsung secara berdampingan.
Rumiadi pun menitipkan harapan terbaiknya untuk kemajuan Bumi Tana Malai Tolung Lingu di masa depan:
“Semoga Kabupaten Murung Raya yang kita cintai bersama ini, senantiasa semakin maju di segala bidang, serta membawa kesejahteraan yang nyata dan merata bagi seluruh masyarakat di Tanah Malai Tolung Lingu.”
Lewat pergelaran peringatan HUT Kabupaten dan HUT RI ini, kegiatan diharapkan tidak berhenti sebagai seremonial tahunan belaka, namun sanggup mempererat tali silaturahmi antarwarga, mengukuhkan jatidiri masyarakat yang berkebudayaan, serta memacu sinergi bersama dalam membangun daerah menuju masa depan yang sejahtera dan cemerlang.
(Fahriadi)


