“Anak saya minta tolong untuk cek oksigennya, setelah diperiksa ternyata tabung oksigen bocor oleh karena itu tidak berfungsi dengan baik. Setelah diganti barulah saya nyaman sampai pagi,” terangnya.
Selain itu, kata Redi, bell di ruang inap juga tidak berfungsi, ketika infus telah habis tidak segera ditangani.
“Saya takut mencabut infus yang kosong, sehingga lengan dan bahu saya terasa sangat sakit karena infus kosong masih terpasang. Pelayanan perawat di RSUD Selasih ini membuat saya takut untuk melanjutkan perawatan, sehingga saya sampaikan ke dokter bahwa saya akan pulang ke rumah saja,” paparnya.
Redi berharap kiranya pihak berwenang dapat melakukan kroscek terkait bobroknya sistem pelayanan di RSUD Selasih, sehingga sistem pelayanan dan sarana prasarana di RSUD tersebut dapat ditingkatkan menjadi lebih baik.
Sementara itu hingga berita ini diterbitkan, pihak RSUD belum berhasil dikoonfirmasi melalui Direktur RSUD dr. Irna.(RG)

















