Berdasarkan indikasi awal, perbedaan harga barang dengan nilai pasar diperkirakan dapat menyebabkan kerugian daerah mencapai ratusan juta rupiah. Nilai ini menjadi ironibesar di tengah kondisi ekonomi nelayan yang masih sulit.βIni seperti tamparan bagi masyarakat pesisir. Program yang seharusnya membantu, malah berpotensi menimbulkan kerugian,β ujar salah satu pemerhati anggaran publik di Aceh Singkil.
Hingga laporan ini diterbitkan, pihak Dinas Perikanan Aceh Singkil belum memberikan keterangan resmi. Kepala Dinas, Saiful Umar, yang coba dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, tidak memberikan tanggapan meski pesan telah dibaca.Ketiadaan klarifikasi ini justru menambah panjang daftar pertanyaan publik terkait transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana hibah yang bersumber dari anggaran daerah tersebut.
Sejumlah kalangan masyarakat kini mendesak agar aparat penegak hukum dan lembaga pengawas keuangan turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap proyek hibah ini. Transparansi dinilai menjadi kunci agar dana publik benar-benar dirasakan manfaatnya oleh nelayan, bukan sekadar menjadi angka dalam laporan seremonial.
βKami berharap ada audit terbuka. Jangan sampai program bantuan untuk rakyat kecil justru dijadikan lahan memperkaya pihak tertentu,β tegas seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Gunung Meriah.


















