Oknum sekuriti di perusahaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit PT. TTI (Sipef Group) diduga menganiaya PS seorang anggota Ormas Grib Jaya Kecamatan Kampung Rakyat, Labusel. Akibat penganiayaan ini, korban mengalami luka serius hingga dirawat di RSUD Kotapinang.
Menurut pengakuan korban, penganiayaan terjadi, pada Kamis (5/2/2026) malam, berawal saat PS ketahuan mengutip brondolan kelapa sawit milik PT. Sipef, Korban kemudian diborgol oleh oknum sekuriti dan kemudian dianiaya oleh sembilan orang.
Setelah dianiaya, korban PS dibawa ke pos atas perintah oknum Komandan Regu (Danru) sekuriti. Korban sempat dibawa ke klinik sebelum akhirnya diantar ke Polsek Kampung Rakyat. Namun, pihak Polsek Kampung Rakyat menolak menerima korban karena kondisi fisiknya yang sangat memprihatinkan. Saat ini, korban PS tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Kotapinang.
Sementara itu, Ketua Grib Jaya Labusel, Abdullah Situmorang, yang turut menjenguk korban di RSUD Kotapinang sangat menyayangkan sikap main hakim sendiri yang dilakukan oknum sekuriti PT. Sipef.
“Jika memang terbukti bersalah seharusnya dilakukan sesuai prosedur hukum, bukan main hakim sendiri, kami tempuh jalur hukum atas kejadian yang menimpa anggota kami,” ucapnya kepada wartawan, Sabtu (7/2/2026).
Abdul sapaan akrabnya juga menyebut apa yang menimpa anggotanya merupakan penganiayaan secara brutal.
“Korban dalam kondisi tangan diborgol dan tidak berdaya, juga sudah minta ampun, tetap saja dianiaya, ini sangat brutal,” kesalnya.
Meski demikian, Ketua Ormas yang dikomandoi Hercules tersebut tetap menginstruksikan seluruh anggotanya untuk menahan diri.
“Saya tetap minta anggota menahan diri, tidak melakukan aksi di luar prosedur hukum, terutama anggota kami di PAC Kampung Rakyat. Tapi kami minta ketegasan pihak kepolisian agar menindak pelaku penganiayaan terhadap anggota kami tanpa pandang bulu,” tegasnya.
Pihaknya juga sudah melakukan visum et refertum dan akan melakukan laporan ke Polres Labusel setelah kondisi korban membaik.
Hingga berita ini diterbitkan, wartawan belum berhasil mengonfirmasi pihak PT. TTI terkait peristiwa tersebut.
















