“Menyelesaikan sejumlah tugas pendaratan, menjelajahi Bulan mengambil sampel penelitian dan kembali ke Bumi, serta membentuk sebuah kemampuan independen ekspolrasi Bulan Berawak,” imbuh Lin Xiaqing.
Untuk diketahui, pendaratan di bulan akan menjadi pencapaian yang signifikan bagi China dalam persaingannya dengan AS terkait proyek luar angkasa. Tidak ada manusia yang pernah berada di bulan sejak misi Apollo AS pada 1960 an dan 70 an. NASA ingin menempatkan orang di bulan lagi, dengan target 2025, yang dikenal sebagai program Artemis, akan tetapi rencana tersebut mengalami penundaan.
Merilis Amelia Nierenberg Redaktur Newyork Times, Selasa (30/5/2023), menyebutkan bahwa Sebuah laporan A.S. tahun lalu juga telah memperingatkan bahwa China dapat menyalip kemampuan A.S. terkait proyek luar angkasa pada tahun 2045.
Dengan program eksplorasi Bulan Berawak, maka saat ini China adalah satu-satunya negara yang berhasil mendarat di bulan pada abad ke-21, dan pada 2019 lalu menjadi negara pertama yang berhasil mendaratkan wahana di sisi jauh bulan.(Winda Pandjaitan)

















