Pihak kepolisian Inggris pada, Kamis 19 Februari 2026 malam, membebaskan Andrew Mountbatten-Windsor atau dikenal sebagai Pangeran Andrew, setelah sebelumnya melakukan penahanan selama beberapa jam, atas dugaan penyalahgunaan jabatan publik.
Pihak berwenang mengatakan, telah menangkap Mountbatten-Windsor atas laporan bahwa mantan pangeran tersebut telah membagikan informasi rahasia saat menjabat sebagai utusan perdagangan Inggris kepada Epstein yang divonis telah melakukan kejahatan prostitusi.
Menurut hukum Inggris, tersangka seringkali dibebaskan setelah dilakukan pemeriksaan tetapi kemudian didakwa.
“Pria (Andrew Mountbatten-Red) yang ditangkap kini telah dibebaskan sambil dalam penyelidikan,” kata Kepolisian Inggris, Thames Valley, sebagaimana dilansir dari NY Times, Sabtu (21/2/2026).
Sementara itu, pihak Mountbatten-Windsor secara konsisten membantah melakukan kesalahan. Perwakilannya tidak segera memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Penahanan dan pemeriksaan Mountbatten-Windsor, yang dulu dianggap sebagai pahlawan perang yang menawan dan anak kesayangan Ratu Elizabeth II, merupakan pukulan berat bagi monarki. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah modern bahwa seorang anggota keluarga kerajaan Inggris ditangkap. Terakhir kali terjadi pada tahun 1649, ketika Charles I dieksekusi atas tuduhan pengkhianatan selama Perang Saudara Inggris.
RESPON KERAJAAN INGGRIS

















