Pusat Informasi Media Tipikor Nasional

Pengamat Desak APH Selidiki Anggaran Rumah Tangga Bupati Abes

Direktur Emirate Development Research (EDR), Dr. Usman Lamreung, M.Si,

Jantho – Dugaan ketidakwajaran penggunaan anggaran rumah tangga Bupati Aceh Besar (Abes) Tahun 2025 mulai jadi sorotan publik. Pengamat kebijakan publik dan politik, Dr. Usman Lamreung, mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) segera melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan tidak terjadinya penyalahgunaan keuangan daerah.

Menurut Usman, langkah hukum penting dilakukan karena anggaran rumah tangga kepala daerah merupakan pos belanja yang rawan diselewengkan, terutama pada komponen operasional seperti konsumsi, perawatan, dan fasilitas rumah dinas. Tanpa pengawasan ketat, pos ini kerap menjadi “area abu-abu” dalam tata kelola keuangan pemerintah daerah.

“APH harus segera memeriksa dokumen dan bukti pengeluaran secara detail. Yang paling penting memastikan anggaran itu benar-benar digunakan untuk kepentingan jabatan, bukan untuk kebutuhan pribadi,” kata Usman, Minggu (15/2/2026).

Ia menegaskan, kepolisian dan kejaksaan memiliki dasar hukum kuat untuk melakukan penyelidikan, baik berdasarkan laporan masyarakat maupun temuan audit lembaga resmi seperti BPK. Karena itu, ia mendesak Polres dan Kejari Aceh Besar segera melakukan audit investigatif terhadap alokasi dan realisasi anggaran rumah tangga bupati tahun 2025.

“Jika ada penyimpangan, ini bukan sekadar persoalan administrasi. Ini bisa masuk kategori dugaan tindak pidana korupsi,” tegasnya.

Sorotan semakin tajam karena hingga setahun sejak dilantik pada 13 Februari 2025, Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris yang dikenal sebagai Syech Muharram disebut belum menempati Meuligoe Bupati di Kota Jantho. Padahal, anggaran belanja rumah tangga Meuligoe tetap dialokasikan penuh, mencapai sekitar Rp 32,2 juta per bulan atau hampir Rp 390 juta dalam setahun.

Penulis: Amir SagitaEditor: Estobon