Di akhir pernyataannya, M. Nur menegaskan bahwa kepemimpinan daerah membutuhkan ketegasan, keberanian mengambil keputusan, dan orientasi hasilβbukan sekadar retorika.
βPemimpin itu harus tegas, tidak ragu, dan berani menentukan arah. Jika tidak, kepemimpinan akan stagnan. Jabatan publik bukan tempat belajar tanpa arah,β tutupnya.
Sangat disayangkan, hingga berita ini diterbitkan namun awak media belum berhasil mendapatkan keterengan resmi dari Bupati Aceh Besar Muharram Idris dan Wakil Bupati Syukri terkait hal tersebut.

















