Badan Reintegrasi Aceh (BRA) kembali menjadi sorotan publik. Lembaga yang sebelumnya terseret isu dugaan korupsi ini kini menuai kecaman luas menyusul rencana pengadaan mobil dinas dengan nilai fantastis, diperkirakan mencapai Rp 20 miliar.
Rencana tersebut dinilai mencederai rasa keadilan masyarakat, terutama di tengah kondisi Aceh yang masih dilanda bencana banjir dan longsor di sejumlah daerah. Kritik keras datang dari Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA) yang menyebut kebijakan itu sebagai bentuk ketidakpekaan sosial yang serius.
Ketua SAPA, Fauzan Adami, menegaskan bahwa rencana pengadaan mobil dinas mewah oleh BRA sangat bertolak belakang dengan realitas penderitaan rakyat Aceh saat ini.“Di saat rakyat kehilangan rumah, harta benda, bahkan sumber penghidupan akibat bencana, BRA justru merencanakan pengadaan mobil mewah. Ini bukan sekadar keliru, tapi sudah melukai rasa keadilan dan nilai kemanusiaan,” ujar Fauzan kepada Media Tipikor, Jumat (13/2/2026), di kota Banda Aceh.

















