Chun Doo-hwan, diktator militer yang memerintah Korea Selatan pada 1980 an, dijatuhi hukuman mati karena memimpin pemberontakan. Hukuman itu kemudian dikurangi menjadi penjara seumur hidup. Sekutunya dan penerusnya, Roh Tae woo, juga diganjar hukuman penjara yang panjang akibat perannya dalam pemberontakan tersebut.
Akan tetapi, jaksa penuntut berpendapat bahwa upaya pemberlakuan darurat militer Yoon pada 2024 telah menodai martabat bangsa jauh lebih parah, daripada kudeta militer yang dilakukan Chun dan Roh pada 1979.
Jelang putusan yang dijatuhkan pada Yoon, Profesor hukum, Lim Ji bong, mengatakan bahwa ia memprediksi hakim bakal menjatuhkan hukuman seumur hidup supaya Yoon tidak dianggap sebagai martir.
“Sebab hukuman mati membawa risiko politik lantaran bisa semakin mengasingkan pendukung Yoon dan memperdalam kekacauan di Korea Selatan,” katanya.

















